Selamat Datang dan Terima Kasih Telah Berkunjung di Blog Rekam Jejak Kawula, berisikan muatan kisah dan gagasan dari pribadi saya, Makmun Aryadi
  • Launching Majalah SHIMA Edisi XI, Juni 2012
  • Launching Majalah SHIMA Edisi XI, Juni 2012
  • Launching secara simbolik Majalah SHIMA Edisi XI, Juni 2012 oleh Mayadina Rahma Mushfiroh, S.Hi., MA. (Pembantu Dekan III)dengan Makmun Aryadi(Pimpinan Umum Bursa 2011-2012)
  • Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) adalah kampus tertua di Jepara. Berdiri sejak 1989 M
  • Makmun Aryadi
  • Ngobrol bersama Hubeb Muhajir (PU LPM Paradigma Kudus 2011-2012 dan M. Iqbal Arifin)
  • Berjabat tangan dengan Dedi Merisa, S.Hi, Pimpinan Redaksi LPM Bursa 2006-2007
  • ngobrol dengan Hasyim, S.Pd (Kaur DISNAKERTRANS Jepara)
  • Berjabat tangan dengan M. Ali Burhan (PU LPM Bursa 2006-2008)
  • Launching SHIMA Edisi X, Januari 2012 secara simbolik oleh Drs. KH. A. Bahrowi, TM., M.Ag
  • Di sela-sela kepadatan Lay out, santai dulu
  • Potong Tumpeng sebagai simbol di launchingnya SHIMA Edisi X, Januari 2012
  • Menengadah, yakin bahwa sukses itu pasti datang

Sabtu, 01 September 2012

Nekat Sebongkah

Ku teringat semua lakuku
Perjalanan panjang melahap asaku
Terus tertatih, mencari setitik ilmu
Ilmu kebajikan tanpa tabu

Mula,,
Tanpa harap, aku berjalan
Terjang kegetiran, dan kepiluan
Kejamnya hidup membuat alasan
Tak bisa kutolak, tak bisa kutelan

Lalu,,
Sebersit ego buatku melangkah
Meraba diri, ini cita mampukah?
Tanpa formalitas, bisakah?
Hanya modal nekat sebongkah

Syukurku,,
Kini pikiran semakin kukuh
Semangatku kian angkuh
Melawan terpaan coba dan riuh
Tanpa peduli, disini niatku telah utuh..


Karya : Makmun Aryadi
Baca Selengkapnya - Nekat Sebongkah

Sekarat

Dalam sudut retinaku,
Kulihat kenyataan hal semu,
Menguai bersama angin lalu,
Dalam sekejap menjadi tabu..
Artikulasi kebijakan atas dasar saku
Menimbun mulia yang tiada kelu,

Wahai kau diktator,,,,,
Jangan kau buat sutra putihmu kotor
Dengan pikiran yang harus didonor

Wahai penghisap keringat rakyat,,
Benturkan kepalamu dengan rintihan rakyat,

Agar nalurimu tidak sekarat
Agar hatimu menjadi berat
Agar pikiranmu tidak tersekat
Melihat rakyat yang melarat.

Karya Makmun Aryadi
Baca Selengkapnya - Sekarat

Tanpa Cinta

Kini…..
Suasana SMA tinggal kenangan
Perihal yang dulu  pernah kita rasakan
Begitu indah kini tinggal sapaan
Keusilan, canda tawa dan gengsi tinggal jadi buaian
Cinta monyet juga tinggal di angan….

Sekarang….
Hidupku, kucurahkan
Waktuku kupasungkan
Demi ilmu, bekal masa depan
Akademik menuntun karakter pilihan

Transisi….
Perubahan terjadi begitu cepat
Waktuku begitu mengkilat
Seakan duniaku melambat
Arus global memaksa keyakinanku untuk kuat

Kurajut secerca asaku
Kupunguti impian-impianku
Kucurahkan kegelisahanku
Kutuangkan dalam torehan penaku…

Walau tanpa cinta
Walau tanpa harta
Walau tanpa kemuliaan rupa
Kutundukkan mukaku
Tuk coba meraih harapan
Orang-orang yang selalu mendukungku


Karya : Makmun Aryadi
Baca Selengkapnya - Tanpa Cinta