Selamat Datang dan Terima Kasih Telah Berkunjung di Blog Rekam Jejak Kawula, berisikan muatan kisah dan gagasan dari pribadi saya, Makmun Aryadi
  • Launching Majalah SHIMA Edisi XI, Juni 2012
  • Launching Majalah SHIMA Edisi XI, Juni 2012
  • Launching secara simbolik Majalah SHIMA Edisi XI, Juni 2012 oleh Mayadina Rahma Mushfiroh, S.Hi., MA. (Pembantu Dekan III)dengan Makmun Aryadi(Pimpinan Umum Bursa 2011-2012)
  • Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) adalah kampus tertua di Jepara. Berdiri sejak 1989 M
  • Makmun Aryadi
  • Ngobrol bersama Hubeb Muhajir (PU LPM Paradigma Kudus 2011-2012 dan M. Iqbal Arifin)
  • Berjabat tangan dengan Dedi Merisa, S.Hi, Pimpinan Redaksi LPM Bursa 2006-2007
  • ngobrol dengan Hasyim, S.Pd (Kaur DISNAKERTRANS Jepara)
  • Berjabat tangan dengan M. Ali Burhan (PU LPM Bursa 2006-2008)
  • Launching SHIMA Edisi X, Januari 2012 secara simbolik oleh Drs. KH. A. Bahrowi, TM., M.Ag
  • Di sela-sela kepadatan Lay out, santai dulu
  • Potong Tumpeng sebagai simbol di launchingnya SHIMA Edisi X, Januari 2012
  • Menengadah, yakin bahwa sukses itu pasti datang
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2012

Tahu kah Kau??



Tahu kah Kau??

Ku temukanmu dalam ketenangan jiwaku
Dalam kesadaran mata batinku..
Dalam refresh pikiranku,
Jadi aku sadar mengenaimu...

Hari demi hari kita lalui bersama..
Waktu demi waktu, kita habiskan tuk tumbuhkan asa
Ku mengertimu, dengan ketulusan
Ku menyayangimu dengan keikhlasan

Kau yakinkan aku tuk memilihmu
Kau tanamkan confident tuk memegang harapmu
Kau temaniku dalam kosongku
Kau teguhkan aku dalam bimbangku

Tapi,...

Kini kau didera bimbang
kau terselimuti gayang
tanpa kau mau ungkap ke aku seorang
tanpa kau jadikan aku periang...

Aku disini memikirkanmu,
Aku disini gelisah tanpamu
Aku disini ....ada untukmu.

Karya Makmun Aryadi
Baca Selengkapnya - Tahu kah Kau??

Sabtu, 01 September 2012

Oemar Bakrie

Kegigihanmu mentransfer aji
Membuat kami semakin mengerti
Apa arti hidup yang sejenak ini
Karna engkau Dosenku malang,

Simpulan-simpulan memahamkan
Stigma-stigma padat meluruskan
Warna pendapat kau cairkan
Karena engkau Dosenku malang

Regulasi tak berpihak menyekat
Teknis-teknis ilusi menerkam
Buat kau tunduk pada hal yang kau benci
Karena kau Dosenku malang

Tunjukkan Oemar Bakriemu
Tunjukkan Sudiro Husodomu
Kalau perlu, datangkan Bung Karnamu
Agar mereka tau, engkau tak seperti itu.



Karya Makmun Aryadi
Baca Selengkapnya - Oemar Bakrie

Limited Edition

Kau datang padaku
Dengan sejuta gaya dan rayu,
Tapi ma’af, cintaku bukan untukmu

Kau mendekat, terang bagai lilin
Bersolek dengan tampilan maskulin
Tapi ma’af, hatiku limited edition

Kau terbang dengan panah asmara
Membombadir dengan sejuta rasa
Tapi ma’af, itu sudah hal biasa

Kau pikat aku dengan pelet
Kau kebumikan aku sampai lengket
Tapi, tetap ma’af , low gue PREET…


Karya : Makmun Aryadi
Baca Selengkapnya - Limited Edition

Nekat Sebongkah

Ku teringat semua lakuku
Perjalanan panjang melahap asaku
Terus tertatih, mencari setitik ilmu
Ilmu kebajikan tanpa tabu

Mula,,
Tanpa harap, aku berjalan
Terjang kegetiran, dan kepiluan
Kejamnya hidup membuat alasan
Tak bisa kutolak, tak bisa kutelan

Lalu,,
Sebersit ego buatku melangkah
Meraba diri, ini cita mampukah?
Tanpa formalitas, bisakah?
Hanya modal nekat sebongkah

Syukurku,,
Kini pikiran semakin kukuh
Semangatku kian angkuh
Melawan terpaan coba dan riuh
Tanpa peduli, disini niatku telah utuh..


Karya : Makmun Aryadi
Baca Selengkapnya - Nekat Sebongkah

Sekarat

Dalam sudut retinaku,
Kulihat kenyataan hal semu,
Menguai bersama angin lalu,
Dalam sekejap menjadi tabu..
Artikulasi kebijakan atas dasar saku
Menimbun mulia yang tiada kelu,

Wahai kau diktator,,,,,
Jangan kau buat sutra putihmu kotor
Dengan pikiran yang harus didonor

Wahai penghisap keringat rakyat,,
Benturkan kepalamu dengan rintihan rakyat,

Agar nalurimu tidak sekarat
Agar hatimu menjadi berat
Agar pikiranmu tidak tersekat
Melihat rakyat yang melarat.

Karya Makmun Aryadi
Baca Selengkapnya - Sekarat

Tanpa Cinta

Kini…..
Suasana SMA tinggal kenangan
Perihal yang dulu  pernah kita rasakan
Begitu indah kini tinggal sapaan
Keusilan, canda tawa dan gengsi tinggal jadi buaian
Cinta monyet juga tinggal di angan….

Sekarang….
Hidupku, kucurahkan
Waktuku kupasungkan
Demi ilmu, bekal masa depan
Akademik menuntun karakter pilihan

Transisi….
Perubahan terjadi begitu cepat
Waktuku begitu mengkilat
Seakan duniaku melambat
Arus global memaksa keyakinanku untuk kuat

Kurajut secerca asaku
Kupunguti impian-impianku
Kucurahkan kegelisahanku
Kutuangkan dalam torehan penaku…

Walau tanpa cinta
Walau tanpa harta
Walau tanpa kemuliaan rupa
Kutundukkan mukaku
Tuk coba meraih harapan
Orang-orang yang selalu mendukungku


Karya : Makmun Aryadi
Baca Selengkapnya - Tanpa Cinta